SEMINAR NASIONAL & WORKSHOP "Nanotechnology Application in Cosmetic and Herbal Drug Delivery System"

Rabu, 12 Desember 2018

admin farmasi

umum

Dibaca: 4268 kali

PEMATERI : Guru Besar University Of South Florida Amerika Serikat, Yaswant Vhisnupant Pathak, disambut Rektor Mahmuhtarom dan Dekan Aqnes Budiarti saat hadir menjadi pemateri di kampus Sampangan

TEKNOLOGI NANO PERKUAT PENGEMBANGAN HERBAL

SEMARANG – Indonesia menjadi salah satu negara yang mengembangkan potensi obat helbal dan kosmetika dai bahan ramuan tradisional. Pemanfaatan herbal dijalankan seiring pemutakhiran di bidang pengobatan modern.

Menurut Guru Besar University Of South Florida Amerika Serikat. Yaswant Vhisnupant Pathak, penerapan pengobatan herbal banyak didominasi negara di kawasan Asis. “Benua Asia menyimpan banyak tradisi local. Termasuk juga dalam khasanah budaya, seni, hingga pengobatan tradisional,” tutur professor kelahiran Negara India ini.

Dia berbicara dalam forum akademi bertajuk “Nanotechnology application in Cosmetics & Herbal Drug Delivery System” di Kampus Universitas Wahid Hasyim Semarang (Unwahas) Acara itu diinisiasi Fakultas Farmasi dengan mengundang Rektor Prof Dr. Mahmuhtarom, Dekan Aqnes Budiarti, M.Sc., Apt, dan praktisi Dr. Rendra Pranadipa Tofani.

Namun tak hanya Indonesia yang mengembangkan potensi herbal dari bahan baku alami. Tiongkok, India, Mesir, Jepang, dan Korea Selatan adalah negara yang masyarakatnya memiliki animo besar terhadap herbal.

Perkuat Terapi

“Kini pengobatan herbal kian dapat dikembangkan memanfaatkan teknologi nano. Teknik ini untuk mengatasi toksin hingga memperkuat kualitas terapi herbal,” jelasnya.

Rektor Mahmuhtaromm menyatakan Indonesia sebagai kawasan hutan hujjan tropis kaya ragam tanaman yang bermanfaat untuk kesehatan manusia. Maka pemanfaatan teknologi nano menjadi keharusan untuk semakin mengembangkan metode pengobatan memakai bahan alamiah.

Dekan Aqnes didampingi Ketua Panitia menambahkan forum ini bagian dari keinginan meningkatkan kemampuan akademik dosen dan mahasiswa yang diwadahi melalui Wahid Hasyim Pharmaceutical Seminar (Whipas). Forum ini bagian juga dari keinginan fakultas Farmasi Unwahas pada pengembangan obat herbal sesuai dengan trend sepuluh  tahun terakhir yaitu back to nature.

Selebihnya juga disesuaikan dengan kekayaan sumber daya alam Indonesia terutama Jawa Tengah yang subur dengan berbagai macam tanaman. Pengembangan obat herbal dari bentuk sederhana berupa ekstrak yang dibentuk pil hingga penyediaan berbahan nano partikel terus dikembangkan fakultas ini.

  

Berita Terkait

Kembali ke atas