Sumpah Apoteker Angkatan XIV TA 2018/2019

Sabtu, 02 November 2019

admin farmasi

fakultas

Dibaca: 145 kali

Pada hari Kamis, 17 Oktober 2019 Program Studi Profesi Apoteker Universitas Wahid Hasyim baru saja menyelenggarakan Pengucapan Lafal Sumpah Apoteker Angkatan XIV. Bertempat di Ballroom Hotel Grasia Semarang, acara berlangsung dengan lancar, khidmat, dan penuh haru. Kegiatan dibuka dengan laporan dari Ketua Program Studi Profesi Apoteker (PSPA) Ibu Risha Fillah Fithria, M.Sc., Apt. dan dilanjutkan dengan sambutan dari Afan Septi Robyanto, S.Farm., Apt. sebagai Lulusan Terbaik, Bapak Prof. Dr. Noor Achmad, MA selaku Ketua Yayasan Wahid Hasyim, Anggota Komite Farmasi Nasional (KFN) Bapak Drs. Bambang Triwara, Sp.FRS., Apt., Bapak Noffendri, S.Si., Apt selaku Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) dan ditutup oleh sambutan dari Rektor Universitas Wahid Hasyim, Prof. Dr. H. Mahmutarom SH., MH. Pengucapan lafal sumpah dipimpin oleh Bapak Drs. Bambang Triwara, Sp.FRS., Apt. sebagai perwakilan dari Komite Farmasi Nasional, dengan disaksikan oleh rohaniawan dari agama Islam, Kristen dan Katolik, perwakilan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia, Bapak Noffendri, S.Si., Apt., perwakilan PD IAI Jawa Tengah, Ketua PC IAI Semarang, perwakilan Dinas Kesehatan Kota Semarang, para preceptor dan pimpinan tempat Praktik Kerja Profesi Apoteker (PKPA), dan tamu undangan lainnya.

 

Dalam Pengucapan Lafal Sumpah Apoteker Angkatan XIV ini PSPA Unwahas berhasil meluluskan 79 mahasiswa dengan lulusan terbaik disandang oleh Afan Septi Robyanto, S.Farm., Apt. dengan Indeks Prestasi Kumulatif 3,97. Ke-79 lulusan tersebut telah berhasil memenuhi semua persyaratan kelulusan pada tingkat program studi dan tingkat nasional berdasarkan Peraturan Kemenristekdikti No 44 tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi tingkat Profesi dan juga telah dinyatakan lulus dalam Ujian Kompetensi Apoteker Indonesia (UKAI) sebagai suatu exit exam pada pendidikan profesi apoteker di Indonesia dengan nilai rata-rata pencapaian mahasiswa Unwahas sebesar 75, berada di atas rata-rata nilai UKAI Nasional yang hanya 65. Pencapaian lain yang patut dibanggakan adalah Afan Septi Robyanto, S.Farm., Apt. sebagai lulusan terbaik pada periode ini merupakan peraih nilai UKAI tertinggi kedua (runner up) se-Indonesia. Maka, seluruh mahasiswa tersebut dinyatakan telah memenuhi persyaratan sebagai seorang apoteker sesuai yang diamanatkan oleh Undang-undang Republik Indonesia No 36 tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan.

 

Apoteker merupakan profesi yang memiliki peluang karir terbuka lebar di Indonesia. Melalui program Indonesia sehat 2025 profesi apoteker akan menjadi tenaga kesehatan unggulan di Indonesia. Seorang apoteker dapat memilih berkarir di bidang pelayanan kefarmasian, distribusi obat dan alat kesehatan maupun di industri pembuatan obat, bahan obat, jamu dan kosmetik. Kebutuhan apoteker di Indonesia masih jauh dari rasio ideal terutama di luar pulau Jawa. Di Puskesmas contohnya dari 600 ribu Puskesmas di Indonesia yang memiliki Apoteker baru setengahnya sekitar 300 ribu Puskesmas dengan konsentrasi terbanyak di Pulau Jawa. Oleh karena itu, apoteker yang baru dilantik ini terutama yang berasal dari daerah di luar Pulau Jawa diharapkan dapat kembali ke daerahnya untuk berkontribusi. Namun, tidak menutup kesempatan bagi Apoteker dari Pulau Jawa dan daerah lainnya yang ingin berkontribusi di daerah pedalaman salah satunya dapat bergabung dalam program Nusantara Sehat yang diselenggarakan oleh Kementrian Kesehatan. Diharapkan para apoteker baru ini berkomitmen memberikan pelayanan yang komprehensif untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dan tidak hanya bertujuan mencari keuntungan semata. Seperti kata pepatah bijak, “matahari tidak pernah memilih kepada siapa sinarnya dia berikan”.

Berita Terkait

Kembali ke atas